Friday, July 15, 2011

25 Words between me and Oresund >3 [[OC]]

Per Mathias Oxenstierna 'Danmark' Kohler
1. Love


Seumur hidupnya, Mathias Kohler tidak pernah menduga bahwa dirinya akan mencintai adik kecil dari orang yang paling dibencinya itu.


Sesuatu yang tidak bisa diukur dari logikanya sendiri mengapa dirinya bisa mencintai gadis yang lebih cocok menjadi anaknya tersebut.


2. Oresund

Gadis itu memperkenalkan diri dengan sebutan Oresund. Oresund adalah perbatasan selat antara tempatnya dan tempat musuhnya.

Karena dia adalah Oresund—bukan apapun juga

3. Scent


Setiap Oresund berjalan di dekat Mathias. Mathias seperti mabuk kepayang dan berhasrat kepada Oresund.


4. Eager


Oresund adalah gadis yang tidak sabaran sedikitpun—bahkan cenderung pemarah. Disanalah Mathias berusaha memahami gadis itu seutuhnya.


5. Innocence

Dibalik sikap keras kepala Oresund, tersimpan kepolosannya yang tidak bisa diganggu gugat oleh Mathias. Kepolosan itulah yang terkadang dimanfaatkan Mathias untuk menggodanya.

6. Night

Setiap malam, Oresund adalah mimpinya yang paling terlarang. Ia selalu berharap suatu saat ia bisa mencumbui Oresund.

7. Touch

Sentuhan Oresund dan hangat tubuhnya membangkitkan gairah Mathias sepenuhnya. Membuat Mathias merasa lebih hidup dan lebih jantan.

8. Dream

Impian Mathias hanyalah satu—memiliki Oresund seutuhnya di dalam pelukan hangatnya.

9. Baby


“Oresund, min kaereste. Kapan kita mau buat anak yang banyak?” tanya Mathias dengan wajah usil.


10. Pervert


Oresund yang sedang minum kopi langsung menyemburkan kopi yang tadi berada di dalam mulutnya ke wajah Mathias. “Jangan bercanda, om-om mesum!” bentaknya kasar. “Bisakah simpan pikiran kotormu itu jauh-jauh.”



11. Husband


“Kenapa?” Mathias balik bertanya dengan wajah tanpa dosa. “Aku kan calon suamimu dan aku berhak atas dirimu.”



12. Wife


Oresund mendengus kasar. “Kalau aku menjadi istrimu, aku tidak mau membuat anak denganmu. Kau menyebalkan.”


Mathias mengigit jarinya sendiri mendengar perkataan Oresund. Ia bingung mengapa Oresund tidak pernah mengakui cintanya secara terang-terangan.


13. Condom

Oresund tidak pernah tahu bahwa diam-diam Mathias menyimpan beberapa kondom untuk digunakannya suatu saat—hanya untuk dilakukannya pada Oresund seorang.

14. Dirty

Terkadang tanpa sengaja Mathias membicarakan sesuatu hal yang membuat Oresund menyebut Mathias dengan sebutan ‘mesum’, ‘pedo’ dan ‘hentai’.

15. Making Love

“Oresund, bercintalah denganku malam ini!” ujar Mathias tanpa basi-basi sambil menarik tangan Oresund dengan wajah merah padam antara malu dan nafsu birahi.

Tanpa tedeng aling-aling, Oresund langsung menampar om-om Denmark tersebut dengan wajah merah padam. “Aku bukan milikmu.”

16. Lingerie

Setiap Mathias dinas ke Paris, ia tidak pernah lupa menyempatkan diri untuk mampir ke toko pakaian dalam. Tujuannya hanya satu—itu semua untuk Oresund-nya tercinta. Oresundnya yang tanpa cacat cela dan manis.

Ia selalu membelikannya dengan warna putih polos karena menurutnya itu sangat pas di tubuh mungil Oresund.

17. Sleep

Bagi Mathias, wajah Oresund yang sedang tertidur pulas adalah surga dunia untuknya. Wajah Oresund sangat imut seperti anak-anak.

18. Lips

“Jangan menciumku, pedo!” bentak Oresund kesal dan menampar Mathias hanya selang beberapa detik Mathias mengecup bibirnya.

19. Moan

“Ma—mathias—nggh—“

Desahan-desahan manis Oresund adalah suara terindah yang selama ini pernah didengar Mathias seumur hidupnya.

20. Virginity

Mathias tidak akan pernah lupa kejadian malam itu—pada saat milik Oresund terenggut sepenuhnya untuknya seorang.

Sprei satin—lilin aroma terapi dan suara pakaian dalam milik Oresund yang robek dengan mudahnya.

21. Pregnant

“Mathias—aku,” kata Oresund pada suatu hari dengan wajah merah padam. “Kita akan punya anak.”

Jantung Mathias berdebar-debar—rupanya percintaan mereka dua minggu lalu sudah membuahkan hasil.

Tetapi tidak apa-apa karena itu artinya akan ada miniatur dirinya atau Oresund. Ia tidak sabar menantinya.

22. Wedding Bell

“Aku tidak bilang mau menjadi istrimu!” Oresund menendang-nendang Mathias ketika Mathias memeluknya dengan erat dan menciumnya dengan penuh hasrat mendalam. “Siapa yang mau jadi korban pedo sepertimu.”

“Lalu—aku ingin menjadi suamimu. Karena aku mencintaimu, min elskede.”

23. Yes I Do

Oresund tidak bisa memungkiri perasaan cintanya lagi terhadap Mathias. Dengan wajah merah padam ia bersumpah di hadapan Tuhan dan pendeta sambil menggengam tangan Mathias dengan erat.

“Ya—aku bersedia.”


24. House

Mathias tidak perlu rumah yang besar untuk ia tinggali. Yang terpenting, Mathias sudah memiliki Oresund untuknya sendiri.

Itu adalah rumah untuk Mathias.

25. Honeymoon

Mathias ingin menikmati bulan madu yang panjang bersama Oresund—untuk jangka waktu yang panjang.

Mungkin selamanya.

FIN

No comments:

Post a Comment