Disclaimer: Hidekaz Himaruya untuk APH (OC belongs to me, MWAHAHAH))
Rate: T
Pairing: Severina Oxenstierna/Sweden Jr. x Fernando Jose-Carriedo/Macau
Capítulo 1
Seorang gadis muda berdarah Swedia-Finlandia tersebut berjalan keluar dari pesawat dengan perasaan gugup dan tegang, tanpa berani memandang siapapun yang ada di sana. Gadis muda tersebut mengenakan kaos putih dengan rompi panjang tanpa lengan berwarna coklat sekaligus celana pendek berwarna coklat muda dan mengenakan topi anyaman. Ini merupakan pertama kalinya gadis itu menginjakkan kakinya di Spanyol, tanpa orangtua dan kakak-kakaknya di sampingnya. Betapa terkejutnya bahwa dia mendapati sesuatu yang berbeda dengan tempat tinggal asal gadis itu. Tempat tinggal gadis itu didominasi oleh alam sebanyak 75% dan cuaca di sana berubah-ubah dengan cepat karena wilayahnya berada di Eropa Utara dan mendekati kutub utara sedangkan cuaca di Spanyol sangat terik dan panas. Keadaan di sana sungguh berbeda dengan di Stockholm, begitu kata Antonio ketika Antonio mengunjungi keluarganya.
“Spanyol itu seperti apa, Om Antonio?” tanya Severina dengan nada polos.
Pemuda Spanyol dengan rambut sedikit berantakan dan mata hijau emerald itu menatap Severina dengan tatapan gemas. “Di Spanyol sungguh berbeda dengan di Skandinavia. Spanyol sangat ramai dan sangat metropolitan walau kebanyakan didominasi oleh dataran tinggi atau pegunungan.”
Gadis itu bernama Severina Oxenstierna. Berusia empat belas tahun. Perawakannya sungguh kecil untuk seorang gadis Swedia. Jika rata-rata semua kakaknya bertubuh besar dan tinggi maka Severina bertubuh kecil dan pendek, kira-kira hanya 160. Ayahnya, Berwald Oxenstierna, adalah seorang pengusaha interior yang bernama Oxenstierna.Co.Ltd. sekaligus desainer interior ternama di Eropa Utara sedangkan ibunya, Tiina, adalah mantan model yang lebih memilih menjadi ibu rumah tangga setelah menjadi istri Berwald. Rin adalah kakak pertama yang kini mengikuti jejak ayahnya yang menjadi desainer interior, Len adalah kakak kedua yang sedang kuliah di Uppsala mengambil jurusan IT dengan konsentrasi Game Programming dan juga adalah DJ. Kakak ketiga, Jamie baru saja kelas tiga SMA. Severina adalah anak keempat yang baru saja memasuki sekolah menengah atas dan memiliki dua adik kembar bernama Mathias dan Lily yang baru kelas tiga SMP. Bibinya yang berada di Spanyol bernama Nina Vainamoinen yang bekerja di bagian pangan milik badan internasional. Vainamoinen merupakan nama gadis Tiina, ibu Severina.
Dibandingkan oleh kakak dan adik Severina. Severina tergolong pemalu dan mudah gugup bila bertemu orang asing atau berada di lingkungan yang baru.
Awalnya Severina sudah terdaftar di SMA favorit di Stockholm tetapi beberapa bulan sebelum ujian nasional, Severina mencoba mengambil beasiswa di sekolah fashion ternama di dunia yang bermukim di Spanyol bernama La Moda. Severina yang diam-diam menyukai fashion sekaligus mendesain benda-benda fashion mencoba peruntungannya ketika dibuka beasiswa untuk satu murid Swedia yang beruntung. Tanpa disangka-sangka, Severina yang mendapatkan beasiswa 100%. Hal itu membuat bangga keluarganya, terutama bibinya, Andrianna. Hanya saja Berwald seperti tidak rela melepaskan Severina untuk belajar ke Spanyol sendirian.
Oleh karena itu, sebulan sebelum keberangkatan Severina ke Spanyol. Berwald menelpon Nina Vainamoinen yang notabene merupakan adik Tiina untuk menjaga Severina selama di Spanyol dan biaya hidup Severina akan ditanggung oleh Berwald sendiri. Nina menyetujuinya dan akhirnya Severina dapat diizinkan pergi ke Spanyol.
“Hola, señorita Oxenstierna!” 1) sapa Antonio ceria dan melambai-lambaikan tangannya pada Severina. “Barang bawaanmu berat ya? Biar Om bantu!”
Severina mendongak dan wajahnya memerah. “Er, tidak usah,” kata Severina gugup. “Aku sedang menunggu bibi Nina untuk menjemputku.”
“Bukankah señorita Nina memberitahumu bahwa aku yang akan menjemputmu?” tanya Antonio pelan sambil membawakan barang-barang Severina. “Apa dia tidak memberitahumu?”
Severina terdiam. “Dia tidak bilang apapun padaku,” katanya lirih. “Seharusnya dia menelponku.”
“Coba kamu cek dulu ponselmu,” Antonio menyarankan. “Siapa tahu bibimu mengirimkanmu pesan atau pemberitahuan.”
Mendadak Severina terkejut dan tersadar, lalu tertawa gugup dan mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya. “A-aku baru sadar kalau ponselku sejak tadi dimatikan,” katanya sambil menyalakan ponselnya.
“Aku benar kan,” Antonio menambahkan dengan senyuman geli. “Sudah masuk pesannya.”
“EH!” Severina terkejut dan tiba-tiba ada bunyi pesan masuk dan Severina buru-buru membukanya sambil membaca.
“Untuk Severina kecilku yang paling manis, hari ini Bibi tidak bisa menjemputmu karena ada pertemuan teknologi pangan internasional. Jadi Severina akan tinggal bersama Paman Antonio selama beberapa hari ini,” kata Severina sambil terkikik.
Antonio memandangi Severina dengan tatapan jahil, membuat wajah Severina sedikit memerah. Dengan sigap Antonio memeluk Severina dengan erat. “Eres tan lindo. Bienvenido a España, niña!” 2)serunya.
Severina nyaris kehabisan nafas ketika dipeluk Antonio. “G-gracias 3),” kata Severina terbata-bata.
**
Sementara itu seorang pria tampan berambut pirang dengan warna mata coklat hazel tampak seperti kehilangan kesadarannya. Pasalnya pria tersebut baru saja menghabiskan tiga botol vodka karena kekasihnya yang terakhir, gadis kebangsaan Meksiko memutuskan hubungan dengan pria itu dengan cara berselingkuh dengan pria lain.
“S-sial,” gumam pria itu kesal dalam keadaan mabuk. “Lagi-lagi aku dikalahkan olehnya.”
Fernando Jose-Carriedo, nama pria tersebut. Berusia dua puluh tiga tahun dan merupakan don juan yang terkenal di Macau dan penjudi nomor satu dengan keberuntungan yang sangat besar. Macau merupakan pulau yang dimilikinya dengan kekayaan tertinggi dibandingkan negara-negara maju. Fernando bukanlah anak kandung Antonio ataupun Lovino. Sejak kecil Fernando dititipkan oleh orangtua kandungnya karena di negara asal ayahnya tidak boleh memiliki anak lebih dari satu, walau sebenarnya mereka tidak rela, Fernando sangat memahami itu. Sebenarnya Fernando memiliki dua orang kakak yang dititipkan pada keluarga Kirkland dan keluarga Severina tetapi mereka tidak mengenal Fernando.
Malam itu merupakan malam terberat Fernando dan kembali ke rumahnya yang di Spanyol dengan perasaan galau. Semua wanita yang selalu mendatanginya hanya ingin mempermainkannya dan Fernando membalasnya dengan perilaku serupa terhadap mereka.
**
Antonio membawa Severina ke rumahnya yang besar. Rumah itu sangat indah dan bergaya klasik. Bangunannya didominasi oleh batuan-batuan koral yang indah dengan warna alami. Rumah itu terdapat lima lantai. Halamannya dipenuhi tanaman-tanaman yang indah. Bunga kesukaan Severina juga terdapat di sana. Sepertinya kehidupannya di Spanyol serta studinya akan berjalan dengan mulus. Tidak sabar Severina menunggu hari itu tiba, hanya tinggal satu minggu lagi akan dimulai. Dalam hati Severina berjanji keesokan harinya akan berkeliling kota Madrid untuk mengunjungi butik Mango yang terkenal itu. Mengunjungi butik asal Spanyol di negaranya langsung merupakan sensasi tersendiri bagi Severina.
“Bagaimana menurutmu Spanyol?” tanya Antonio, tangannya masih tetap membawakan barang-barang milik Severina. “Kau suka.”
Severina mengangguk pelan. “Lumayan bagus dan menarik,” katanya dengan nada malu-malu. “Om tinggal sendiri?”
“Tidak, aku tinggal bersama dengan Gilbert, Lovino dan Francis di rumah ini. Mereka semua pria baik kok,” ujar Antonio sambil tertawa.
“Tidak ada perempuan sedikitpun?” tanya Severina sekali lagi.
“Sayangnya tidak ada, kau akan aman. Percayalah padaku.”
Antonio dan Severina masih terus melanjutkan pembicaraan mereka sampai pada akhirnya seorang pria muda yang sedang mabuk itu datang menghampiri mereka dengan keadaan terhuyung-huyung membawa satu koper kecil sambil memegang satu botol vodka Rusia yang dicurinya dari bandara.
“Estoy de vuelta, papá!” kata pria tersebut. 4)
Antonio terkejut melihat keadaan pria tersebut. “Ada apa, Fernando!” serunya. “Mengapa kau mabuk lagi.”
Severina terkejut melihat pemandangan itu. Dia belum pernah melihat pria mabuk walau pernah mendengar di Christiania, tempat asal Mathias Kohler, terdapat penjual narkoba atau marijuana secara terang-terangan bahkan orang mabuk sekalipun. Berwald tentu melarang Severina pergi kesana karena menurut Berwald, Severina seperti anak kecil dan sikapnya sangat mirip dengan Tiina. Polos dan ceroboh.
“Om, dia siapa?” tanya Severina ngeri. “Apa Om mengenalnya?”
Antonio mengangguk. “Dia anak angkatku, namanya Fernando Jose-Carriedo. Dan dia lahir di Macau.”
“Ninguno de su negocio. ¿Quién es esa chica?” 5) tanya Fernando, matanya menatap mata Severina yang berwarna biru kehijau-hijauan. Seperti mata Berwald.
“A-aku Severina. Putri Tiina dan Berwald Oxenstierna. Salam kenal,” katanya gugup. "Aku berasal dari Stockholm."
Fernando memandang Severina dengan tatapan penuh arti. Sepertinya gadis ini menarik juga untuk menjadi mainanku sementara.
“Untuk apa kamu datang ke sini?” tanya Fernando tajam. Alkohol masih menguasainya.
Severina tidak mampu berkata apa-apa. Wajahnya memerah bagai tomat rebus. Itulah pertemuan pertama antara Severina Oxenstierna dengan Fernando Jose-Carriedo.
TBC
****
1) Halo, nona!
2) Kamu imut sekali. Selamat datang ke Spanyol, gadis kecil!”
3) Thanks.
4) Aku pulang, papa!
5) Bukan urusanmu. Siapa gadis itu?
6) La moda (spanish)=Spanyol
Soy un truhán, Soy un señor, Y casi fiel en el amor (Spanish)= I am a scoundrel, I am a gentleman, and most faithful in love

No comments:
Post a Comment