Saturday, April 9, 2011

Med Dig Bara Chapter 3

Med Dig Bara [With You Only]

Chapter 03-Nana PoV [Taste of Me]

Disclaimer: Luis Miguel buat song lyrics-nya dan Hidekaz Himaruya untuk ficnya







For so long we have enjoyed this love, our souls got so close

That I keep your taste, but you also carry a taste of me



Nana merasa patah hati dan pada akhirnya Nana memutuskan untuk menyendiri tanpa adanya gangguan dari siapapun termasuk keluarganya. Untuk sementara juga Nana menjauhi dunia entertaiment untuk menenangkan diri sejenak. Nana benci mengakui ini, dia sangat tidak suka kalah dari siapapun apalagi terhadap perempuan. Orang yang dicintainya adalah kakaknya sendiri, Berwald. Ironis memang, Nana mencintai kakaknya sendiri. Itu sama sekali merupakan hal terlarang, bahkan menjjijkan.



Nana membenci siapapun yang mendekati Berwald. Berwald tidak tahu bahwa Nana suka mengerjai siapapun yang mencoba merayu Berwald. Pasti akan dipermalukan oleh Nana. Terkesan arogan memang, tetapi Nana sangat percaya diri bahwa tidak ada perempuan yang secantik dirinya. Nana merasa mampu mengalahkan mereka semua karena Nana tahu apa kelemahan seorang perempuan dan Nana menggunakan taktik itu. Mungkin orang akan heran mengapa Nana sangat populer di dunia artis sementara sifat Nana bisa dibilang busuk. Nana berhasil menyembunyikannya dengan berpura-pura ramah terhadap fansnya. Tetapi para artis pendatang baru tahu betapa Nana suka mengerjai mereka.



Nana memang tidak suka tersaingi, karena akan mengingatkan masa kecilnya yang kelam.



Sekolah, teman perempuan dan kehidupan perempuan selalu dibenci oleh Nana.



Sesungguhnya Nana adalah pribadi yang rapuh. Dia tidak akan bisa berdiri sendiri jika Berwald tidak ada. Berwald adalah mataharinya, penghangatnya. Satu-satunya alasan Nana bisa berdiri tegak hingga saat ini. Nana menyesali mengapa terlahir di keluarga Oxenstierna. Sungguh menyesal.



Nana tidak peduli dengan Freyja ataupun Tiina. Berwald tetaplah miliknya.



Tetapi Nana merasa Tiina mengganggunya. Merusak semua impian Nana. Kehadiran Tiina membuat Nana merasa terancam padahal Tiina adalah gadis biasa-biasa saja. Berwald mencintai gadis Finlandia itu, tatapan mata tidak pernah bisa berbohong. Wajah Berwald tidak pernah selembut itu terhadapnya.



“Menjijikan,” isak Nana di kamarnya sambil menangis. “Lagi-lagi aku kalah dari gadis Finlandia itu. Padahal gadis itu jelek.. dan tidak cantik sama sekali,” ucapnya.



Hampir setiap hari Nana terisak-isak, meluapkan seluruh kebenciannya terhadap gadis itu dan juga semua orang yang mencoba menarik perhatian kaakHal itu berlangsung selama beberapa hari seterusnya, bahkan untuk makan pun Nana sudah tidak berselera lagi. Berwald menjadi cemas ketika mengamati Nana yang tampak hancur. Menjelang ujian akhir, nilai-nilai Nana agak menurun padahal tinggal sebulan lagi ujian akhir.



“Ber?” tanya Tiina di ruang tamu. “Apa sebaiknya kita suruh Nana keluar?”



Berwald mengangguk dan mengelus rambut Tiina dengan lembut. “Dia tidak akan apa-apa. Aku yakin.”



“Aku tidak yakin,” kata Tiina. “Lihatlah keadaannya seperti itu, dia memang jahat padaku tetapi aku tidak tega melihatnya seperti itu. Lihatlah dia tampa hancur.”



Dalam hati Berwald bersyukur memilii kekasih yang bisa memahami adiknya itu. “Ja,” jawabnya, terpaksa menyetujui perkataan Tiina. “Akan kupanggilkan si manusia kambing itu untuk mengurusnya.”



**



If you would deny my presence in your life, it would suffice to embrace you and to talk.

So much (of my) live I gave to you, that you cannot help but having a taste of me.

Mathias ahirnya datang ke rumah keluarga Oxenstierna atas suruhan Berwald karena keadaan Nana. Awalnya Mathias tidak mau datang mengingat perilaku Nana terhadapnya tempo hari. Tahu bahwa Nana sangat membencinya. Tetapi setelah mendengar keadaan Nana yang mengkhawatirkan, akhirnya Mathias memtuskan untuk datang dan melihat keadaannya.



Sesampainya di rumah keluarga Oxenstierna dan memasuki kamar Nana. Betapa mencengangkan bagi Mathias, Nana yang didepannya bukan Nana Oxenstierna, sang artis besar. Nana yang ini adalah Nana yang sesungguhnya, Nana yang selalu Mathias amati diam-diam perkembangannya. Sampai saat ini Mathias merasa heran, darimana Nana mendapat ide bahwa Mathias membencinya.



Mathias maju selangkah ke tempat tidur Nana dan duduk di sana, menatap Nana yang tertidur dengan wajah lelah karena menangis terus menerus. Yang dilakukan pertama oleh Mathias pertama kali adalah mengelus rambut Nana yang panjang sebahu itu dengan lembut.



"Nana," kata Mathias lembut. "Aku disini."



Mathias memandangi Nana sekali lagi. Betapa Mathias mencintai Nana sepenuh hati, Mathias ingin Nana merasakan dirinya sedikit saja. Kebetulan Mathias tahu Nana pernah mencintainya. Mathias ingin Nana masih mencintainya walaupun sedikit saja.



Apapun akan Mathias lakukan asal Nana mencintainya seperti dulu.



**



I am not trying to be your owner,I am nothing, I have not vanity.

Of my life, I give the good (the best), I am so poor, what else can I give?



Nana bukanlah apa-apa, dia hanya gadis Oxenstierna biasa. Jika dibandingkan dengan Berwald, Nana kalah jauh. Itu untuk beberapa tahun yang lalu sebelum Nana akhirnya terjun ke dunia entertaiment. Nana setuju-setuju saja ketika ditawarkan masuk ke dunia itu. Karena Nana ingin membahagiakan Berwald, serta berharap Berwald membalas cintanya.



Nana tidak ingin mencoba menjadi milik Berwald seutuhnya. Dia tahu sendiri, Nana ya Nana. Nana yang selalu tersingkir bahkan di lingkungan keluarga Oxenstierna. Sang personifikasi Oresund ini sempat dianggap sebagai anak gelap oleh keluarganya sendiri.Itu memperkuat alasan mengapa Freyja membencinya.



Pada saat seperti itulah, Berwald membelanya. Suatu hal yang tidak pernah dilakukan orang lain untuknya.



"Freyja!" seru Berwald kesal melihat tingkah laku Freyja yang selalu saja memperlakukan Nana seperti binatang. "Sopanlah sedikit padanya.



Freyja tidak mendengarkan Berwald sedikitpun dan kakinya masih terus menendang perut Nana. "Biar saja, dia bukan bagian dari keluarga kita."



"FREY!" bentak Berwald. "Dia kakakmu."



"Dia bukan anak keluarga Oxenstierna. Dia cuma anak haram," tambah Freyja ketus. "Aku ingin dia mati sekarang juga."



Wajah Berwald kini merah padam, mendengar adik bungsunya berkata kasar pada kakak perempuannya sendiri membuatnya cukup tertohok. "Hentikan segala omong kosongmu. Dia adik kandungku dan bagian dari keluarga Oxenstierna."



Ucapan Berwald menenangkan hati Nana yang terdalam. Biasanya, Nana hanya pasrah menerima perlakuan semacam itu. Dalam hati Nana berpikir, apa benar dia itu anak haram. Nana tidak pernah bisa mengingat orang tuanya dengan jelas. Tetapi sekarang Nana yakin Nana adalah bagian dari Berwald.



Dulu hal itu akan membuat Nana merasa bahagia, dulu sekali. Tetapi fakta dia adalah anak dari keluarga Oxenstierna sekarang melukainya. Karena tak lama setelah Nana bermasalah mengenai Mathias, kejadian itu menimpanya. Perlahan-lahan cinta yang dimiliki Nana terhadap Mathias mulai menipis seiring dengan luka hatinya dan Berwald menawarkan kehangatan yang lebih nyata daripada dulu.



Seandainya dia benar bukan anak keluarga Oxenstierna. Seandainya Mathias tidak melukainya melalui orang lain. Seandainya begitu, hati Nana tidak akan sehancur ini. Nana sudah cukup rapuh selama hidupnya.



Tidak ada pegangan yang bisa dimiliki Nana. Tidak ada sesuatu yang bisa diberikan pada Berwald sebagai balas budi dan luapan cintanya terhadap kakaknya.



Bror



**



A thousand years may pass many more

I dont know whether love exist in eternity

But there just as here in the mouth you will carry a taste of me



TBC

No comments:

Post a Comment