Saturday, April 9, 2011

Med Dig Bara Chapter 2

Med Dig Bara [With You Only]

Chapter 02-Nana PoV [Unrequited Love]


Nana tidak akan pernah bisa lupa perkataan Mathias yang baru saja dilontarkan terhadapnya. Sekaligus tidak mempercayai perkataan pria itu mentah-mentah. Tahu pria itu sebenarnya sangat membenci Nana. Toh banyak yang bilang begitu. Lagipula Nana tidak peduli jika Mathias membencinya atau mencintainya karena yang paling Nana cintai hanyalah satu orang yaitu Berwald, kakaknya sendiri.

Kakaknya yang selalu menjaganya sejak kecil walau dia sedikit kaku dan menakutkan tetapi Nana sangat memujanya bahkan mencintainya sebagai kekasih, bukan seorang kakak. Bahkan hingga saat ini. Setelah Nana patah hati karena Mathias, Berwald menghibur Nana dengan caranya sendiri sehingga Nana perlahan-lahan mulai jatuh hati pada kakaknya sendiri.

Di mata Nana, Berwald adalah sosok pria yang paling tampan dan menarik. Sayangnya tidak hanya Nana yang berpikir seperti itu. Banyak wanita cantik, baik dari kalangan artis maupun menengah yang ingin menjadi kekasihnya bahkan istrinya. Tetapi pada akhirnya Berwald memilih seorang gadis Finlandia yang bernama Tiina Vainamoinen untuk menjadi kekasihnya. Ketika pertama kali Nana bertemu Tiina, Nana sudah menunjukkan sikap tidak suka dengan alasan Tiina tidak pantas untuk Berwald dan usia Tiina dengan Nana hanya berjarak satu tahun saja perbedaannya.

Itu hanya alasan semata, hanya alasan yang tidak berdasar. Nana mencintai Berwald sepenuh hatinya. Dia tidak ingin wanita manapun merebut perhatian Berwald karena jika seperti itu Nana akan terkena imbasnya.

Nana sedikit menyesal, mengapa dia terlahir sebagai adik Berwald. Dia tahu cintanya akan terbalas hanya dalam konteks hubungan kakak beradik, tidak kurang ataupun lebih. Oleh karena itulah Nana lebih banyak berkencan dengan pria-pria tampan di seluruh Skandinavia ataupun seluruh Eropa demi menutupi hasratnya yang abnormal dan gila. Tidak ada yang boleh tahu bahwa Nana mengidap brother complex stadium empat. Nana lumayan cantik dan berprospek tinggi, sehingga Nana bisa menyombongkan diri bahwa dia disukai oleh banyak pria-pria tampan tetapi hubungan mereka jarang bertahan hingga satu tahun. Media massa menyebut Nana sebagai "maneater" karena hal tersebut.

Malam itu Nana keluar rumah bukan karena ingin mencari udara segar tetapi lebih karena kecewa melihat Berwald dan kekasih Finlandia-nya sedang bercumbu di sofa ruang tamu. Saat itu, Nana baru saja pulang dari syuting film layar lebar terbaru dan berniat untuk belajar di rumah bersama Berwald. Melihat adegan seperti itu ketika baru saja pulang membuat Nana mual dan muak sekaligus api kecemburan di hatinya memuncak. Berwald miliknya dan tidak ada yang boleh mengambilnya.

Karena jika tidak ada Berwald, siapa yang bisa mencintainya apa adanya? Siapa yang akan melindunginya di kala susah?

Mathias Kohler, pria itu mengganggu Nana hampir setiap tahun. Sejak Nana kecil, Mathias selalu berusaha mendekatinya. Waktu itu Nana adalah gadis yang polos dan mudah percaya apa kata orang. Nana percaya bahwa Mathias berniat untuk mencelakainya karena Nana adalah adik dari pria yang dibencinya. Mathias sangat membenci Berwald dengan alasan yang Nana sama sekali tidak tahu dan Berwald juga membenci Mathias.

Sejak kecil Nana tidak disukai oleh anak-anak perempuan karena Nana adalah adik dari pemilik perusahaan furnitur ternama di Swedia sekaligus di dunia. Ditambah lagi ibu Nana meninggal ketika melahirkan adik bungsunya, Freyja dan hal itu menyebabkan Nana tidak tahu bagaimana rupa kasih sayang seorang perempuan. Lebih buruk lagi, ayahnya meninggal ketika Nana berusia sembilan tahun. Adiknya sendiri sering menghinanya dengan perkataan yang sering dilontarkan oleh teman-teman perempuan yang sangat membencinya dan Berwald juga sering menampar Freyja karena hal itu.

"Hormatilah kakakmu,Freyja."

Freyja kecil menatap Berwald dengan tatapan kesal. "Mengapa kakak membelanya?" tanyanya sengit dan matanya menatap Nana dengan tatapan jijik sambil menunjuk-nunjuk Nana. "Dia patut dibenci, dia suka mencari perhatian dengan banyak pria dan dia menyakiti perasaan banyak perempuan."

Nana menahan diri agar tidak menangis dan berjalan pelan-pelan ke arah Berwald lalu memeluk Berwald dengan erat bagai anak anjing bertemu dengan induknya. "Bror," ujarnya lirih.

Berwald menatap Nana dengan tatapan penuh kasih sayang dan mengelus bahu Nana dengan lembut. "Menangislah jika kau mau."

Nana tersenyum kecil dan air mata Nana perlahan-lahan tumpah dan membasahi kemeja Berwald sedikit demi sedikit.

Sejak saat itu Nana selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam segala hal,baik dalam penampilan ataupun kemampuan. Semua itu berhasil Nana raih ketika Nana berusia dua belas tahun dan puncaknya ketika Nana berusia empat belas tahun, dia mendapatkan tawaran untuk menjadi model di salah satu majalah remaja lokal dan berkembang menjadi model di majalah dunia. Menurut pengamat mode, Nana memiliki sense fashion alami serta wajah yang unik sehingga Nana bisa terpilih sebagai model. Beberapa tahun kemudian, Nana mulai menjajal dunia tarik suara dan albumnya sukses di pasaran. Lagu-lagunya lebih sering ditulisnya sendiri dalam lima bahasa yaitu Spanyol, Swedia, Inggris, Perancis dan Italia. Nana termasuk gadis yang cepat sekali menangkap pelajaran atau apapun tetapi memiliki fokus yang buruk sehingga seringkali Nana harus memaksakan diri.

Dulu Nana berpikir bahwa kesuksesannya bisa menjadi tombak awal dia bisa menjalin pertemanannya dengan anak-anak perempuan tetapi dia salah, mereka semakin membencinya dan menganggap Nana sombong. Freyja juga semakin bersikap kurang ajar pada Nana dan bahkan dia sendiri juga menyuruh teman-teman perempuannya untuk menindas Nana.

Nana tidak pernah suka dengan keberhasilannya, Nana berhasrat pada Berwald. Dia ingin memiliki Berwald seutuhnya, bercinta dengan pria itu apapun konsekuensi yang harus ditanggung. Berwald adalah satu-satunya pria yang bisa melindunginya setelah Mathias membuatnya patah hati ketika Nana masih anak-anak. Memikirkan Mathias hanya membuat hati Nana bercabang karena di lubuk hati Nana, Nana masih memiliki sedikit perasaan cinta terhadap Mathias.

Nana memasuki rumahnya sendiri dan mendapati Berwald tertidur di sofa dan wajahnya terlihat lelah. Dalam hati Nana membatin, kemana perginya gadis Finlandia itu?

Lalu dia melangkah maju dan mendekati Berwald, matanya terus menatap Berwald yang tertidur pulas. Berwald terlihat damai dan bahagia, Nana tidak bisa berhenti memandangnya.Wajah Berwald begitu mirip dengan Nana tetapi garis wajahnya jauh lebih halus dibandingkan Berwald. Bibir Berwald terkatup rapat dan menggoda Nana untuk menyentuhnya perlahan. Jari jemari Nana mulai bergerak menyusuri bibir Berwald yang dingin.

"Aku di sini," gumam Nana pelan dan menempelkan hidungnya ke hidung Berwald. "Mencintaimu."

Berwald tidak menyadari apa yang terjadi sebenarnya sementara Nana terus bergerak maju dan bibir Nana semakin mendekati bibir Berwald dan menyentuhkan bibirnya di sana. Nana terkesiap, ciuman ini rasanya memabukkan dan membuatnya kecanduan.

"Bro..tidak, Ber," kata Nana lirih. "Jag alskar dig," ucapnya sambil melepas kemeja yang dikenakan Berwald dan melemparkannya entah kemana. Nana mulai menindih Berwald dan membuka kaitan celana panjang Berwald dan melepas pakaian Nana sendiri. "Aku ingin kau tahu bahwa aku mencintaimu sepenuh hatiku."

"Aku tidak bisa," gumam Berwald perlahan dan kesadarannya kembali."Aku mencintai dia."

Berwald perlahan-lahan terbangun dan betapa terkejutnya mendapati Nana "menyerangnya" seperti ini. Dia tidak menduga akan diperlakukan seperti itu oleh adiknya sendiri.

"Apa yang kaulakukan?' tanya Berwald geram. "Mempermalukan kakakmu sendiri?"

"A-aku tidak-," ujar Nana gugup dan menjauh dari Berwald sedikit demi sedikit.

"Jangan katakan sesuatu," sembur Berwald. "Kau ingin membuatku kesal kan?"

Nana menggeleng. "Apakah kau mencintaiku?"

Berwald tertegun. "Ja, hanya sebatas kakak dan adik."

"Tidak adakah perasaan lain yang kakak miliki untukku?" Nana bertanya dengan nada penuh harapan. "Sedikitpun?"

Berwald memandang Nana dengan tatapan penuh arti. "Aku mencintai orang lain."

"Gadis yang kakak rayu di sofa tadi?" tanya Nana emosi. "Kemana dia sekarang?"

Berwald sama sekali terheran-heran melihat tingkah adik semata wayangnya tersebut. Baru saja Tiina menamparnya tak lama setelah Nana pergi meninggalkan mereka karena kesalahpahaman sekarang adik keduanya. “Kau mau apa?” tanya Berwald lagi tanpa memandang Nana.

“Aku mencintaimu,” kata Nana lirih. “Sampai kapanpun aku tetap mencintaimu-“

“Aku tidak bisa,” jawab Berwald tegas. “Harus berapa kali kukatakan padamu, Oresund?”

“Aku mencintaimu apa adanya,” balas Nana tidak mau kalah. “Untukku, Bror adalah segalanya. Sampai kapanpun,” Nana mulai terisak-isak. Air matanya mulai membasahi wajah cantiknya.

“Maaf,” kata Berwald pelan dan berjalan kembali ke kamarnya. “Maaf.”

Nana menangis terisak-isak, hatinya bagaikan teriris pisau. Sudah cukup dia seperti ini, ditolak oleh orang yang dicintainya dan ironisnya itu adalah kakaknya sendiri. Sikap Berwald kali ini melukai hatinya, biasanya Berwald memang tidak banyak bicara ketika Nana menangis karena suatu hal dan memeluk Nana hingga Nana tenang kembali.

Sesungguhnya Berwald tidak tega meninggalkan Nana yang terisak-isak tetapi yang dilakukan Berwald adalah meninggalkan Nana untuk sementara di ruang tamu karena Berwald tahu sebenarnya yang paling dicintai Nana bukan dirinya, yaitu Mathias. Mungkin Nana memang tidak menyadarinya tetapi Berwald sangat tahu bagaimana Nana. Nana masih mencintai pemuda Denmark itu.

TBC

No comments:

Post a Comment