Judul Buku: Scandinavian Explorer- 18 Hari Backpacking Mengintip Fjord, Viking, Salmon
Pengarang: Asanti Astari
http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/197924_203133223047122_100000513376027_788912_8153774_n.jpg
((foto bukunya))
Sinopsis
Reputasi Scandinavia sebagai kawasan negara-negara mahal membuat banyak orang langsung 'ciut'ketika mendengarnya, apalagi diajak travelling ke sana. Denmark, Norwegia, dan Swedia selalu berada di deretan atas negara-negara termahal di Eropa, bersaing dengan Jepang menduduki posisi negara termahal di dunia. Lalu... lalu, bagaimana dong nasib kita para backpacker, yang gaya jalannya serba pas-pasan, yang lebih memilih tidur di stasiun daripada hotel, yang mengorbankan nikmatnya makanan hangat demi murahnya setangkup roti dingin, yang selalu mengisi botol air minum di keran, yang berprinsip... kalo bisa gratis kenapa mesti murah?
Dalam catatan perjalanannya selama kurang lebih 3 minggu, Penulis mengajakmu menembus birunya fjord dan hijaunya hutan pinus Norwegia, menjelajahi negaranya ABBA, dan menyaksikan gemerlapnya Tivoli Denmark. Membuka keindahan negeri yang seolah menjadi momok bagi kaum backpacker 'dhuafa' dengan tips dan trik berhemat. Membuka pikiranmu bahwa Eropa tidak hanya selebar Paris, Italia, dan Inggris.
Dengan perencanaan cermat, bahkan Scandinavia bisa ditaklukkan... oleh para backpacker sekalipun!
"Sebuah tulisan yang sangat menarik dan 'hidup' mengenai perjalanan seorang turis yang uangnya paspasan ke negara-negara Scandinavia yang belum banyak dikunjungi orang Indonesia." --Sukadiah Pringgohardjoso, Mantan Duta Besar RI untuk Kerajaan Denmark.
My Opinion:
Saya dapat ini buku karena hadiah sih sebenarnya dan saya baru tahu berapa harga buku ini pas ini buku di kasih. Jujur saya lumayan syok pas lihat harganya sampai delapan puluh ribuan. Perasaan sebulan yang lalu saya beli buku tentang relasi Indonesia-Polandia yang tebalnya 500 halaman tapi harga lebih dari separonya, lah ini harganya delapan puluh lima ribu dan tebalnya cuma dua ratus halaman doang (begitu pikir saya karena waktu itu bukunya disegel -_-). Tetapi setelah saya baca itu buku saya baru menyadari mengapa harganya mahal. Jelas aja mahal karena itu buku pakai kertasnya yang bagus dan halamannya full colour. Selain itu juga banyak foto-foto tempat menarik (rugi kalau gak baca sebenarnya). Kalau buku mengenai relasi Indonesia-Polandia itu minim gambar dan kebanyakan tulisan semua #plak
Udah dulu curhatnya, bagi penyuka negara Eropa Utara wajib beli karena buku ini ditulis dengan sudut pandang orang Indonesia yang mempunyai budget pas-pasan untuk menaklukkan Scandinavia (tahu sendiri lah negara-negara Scandinavia itu mahalnya kayak apa, lebih mahal dari USA pula). Selain itu terdapat tips-tips penting sebelum menjelajah Scandinavia agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Ada penjelasan mengenai perbandingan harga produk yang di sana dengan di negara ini. ASTAJIM, MASA DI SANA AIR MINERAL HARGANYA SEPULUH KALI LEBIH MAHAL DIBANDINGKAN DI SINI. APAPUN JUGA SEPULUH KALI LEBIH MAHAL DARIPADA DI SINI KECUALI DI IKEA (Ya iya, semua harga di toko IKEA itu sama aja, cuma beda tipis dan yang jadi masalah kapan IKEA buka di Indonesia. Papa saya bakalan betah belanja di sana kalau IKEA sampai dibuka di sini secara doyan banget belanja-belenji di tempat macam ACE Hardware.)
Mengenai konten bahasa yang dibawakan pengarang cukup santai dan membuat orang-orang tertarik untuk membacanya berulang-ulang. Cuma rada kecewa juga Finlandia sama Islandia gak ada karena sang pengarang tidak sempat mengurus visa untuk ke sana (#nangis).
Walaupun gak selengkap Lonely Planet-Scandinavian Europe tetapi saya cukup puas dengan buku ini. Sekedar catatan, pengarang hanya membahas mengenai rute Frankurt-Berlin-Copenhagen-Stavanger-Bergen-Oslo-Trysil-Stockholm. Lumayan juga kan ada gambaran.
((Sekalian numpang curhat pribadi, jujur setiap baca buku Scandinavia hasrat saya untuk kesana makin gede banget -_-. Ntar deh kalau udah sukses tak jabanin semua tempatnya. Yang pertama aku jabanin Swedia karena pengen ke Vasa Musset, Gamla Stan, Axel Oxenstierna Palace, Grona Lund, Absolut Ice Bar (hej -_-), Little Sweden dan pengen ke restoran tradisionalnya, semuanya dah gw jabanin sekalian cari cowok ganteng (#ampunDJ). Kalau ke Denmark palingan apa ya yang gw incer? Kesejahteraan mereka mungkin atau gak pemandangan indahnya. Ke Norwegia main ski doang. Sisanya rada bingung mau ngapain.
Yang jelas kalau saya dikasih kesempatan ke sana dengan uang saku berlebih saya bakal beli barang-barang khas negara Scandinavia dan tidak lupa ngambilin brosur gratis yang ada di sana. Ckckck))

Halo mbak, terima kasih ya review bukunya. Sebagai proyek perdana, senang kalo buku saya bisa informatif dan inspiratif buat orang lain :).
ReplyDeleteMinta ijin saya masukin ke Group Fanspage FB saya ya. Trimss again...