I Heart You
Disclaimer: Hidekaz Himaruya untuk APH. I Heart You-SM*SH
Warning: OOC, geje,gombal.
Pairing: Denmark x Fem!Norway
Note: Mathias=Den, Halldora=Norway, Tiina=Fem!Finland
Kenapa hatiku cenat cenut tiap ada kamu
Selalu peluhku menetes tiap dekat kamu
Hari itu merupakan hari sial bagi Mathias Kohler karena pasalnya gadis Norwegia yang dia sukai sejak lama, Halldora Rybak, sedang asyik mengobrol santai dengan musuh besarnya, Berwald Oxenstierna. Padahal Berwald sudah mempunyai istri yang berasal dari Finlandia yang bernama Tiina Vainamoinen.
"Kalian ngapain?" tanya Mathias curiga.
"Cuma ngobrol, gak boleh ya?" balas Halldora kesal. "Kok kamu yang ribut sih, anko uzai ."
Bisa dibayangkan bukan main cenat-cenutnya kepala Mathias melihat hal ini, lebih karena dulu Berwald dan Halldora adalah sepasang kekasih tetapi akhirnya putus karena banyak ketidakcocokan di antara mereka. Ketika mereka putus, Mathias sangat senang setengah mati karena pasalnya Mathias sejak dulu jatuh cinta pada Halldora tetapi betapa terkejutnya ketika Mathias mendapati Halldora sedang menjalin hubungan khusus. Ingatan itu sangat menyakitkan bagi Mathias walau hal itu sudah terjadi sepuluh tahun yang lalu.
"Ka-ka-kalian," kata Mathias tergagap sambil menunjuk Berwald dan Halldora yang saling bergandengan tangan. "Pacaran-"
Berwald dan Halldora menatap Mathias dengan tatapan bingung. Mereka tidak saling bicara untuk beberapa saat dan menatap satu sama lain lalu pada akhirnya ganti menatap Mathias.
"Mengapa tatapanmu seperti itu?" tanya Halldora heran. "Ada yang salah?"
Mathias buru-buru kabur dari tempat itu. Kepalanya terasa cenat-cenut setiap memikirkan masalah itu. Berwald, nama yang haram untuk disebut-sebut di depannya. Nasibnya sekarang lebih mirip Severus Snape yang rela jadi jodi aka jomblo ditinggal mati.
Seharusnya Mathias tidak perlu cemburu pada mereka tetapi rasa cemburu itu pasti tetap ada. Pacaran selama empat tahun itu bukan waktu yang sebentar. Well, memang usia Halldora dengan Mathias hanya berbeda dua belas tahun sedangkan jika Halldora dengan Berwald hanya berjarak sepuluh tahun saja. Tetapi demi Tuhan, Mathias ingin merutuki Berwald sepuasnya. Habis putus sama Halldora terus dapat gadis Finlandia yang beda usianya berjarak dua puluh tahun. Dasar pedo, batin Mathias dalam hati. Mana dapat istri yang masih awal dua puluhan pula.
Kenapa salah tingkah tiap kau tatap aku
Selalu diriku malu tiap kau puji aku
Walau Mathias merupakan orang yang ceria dan suka bercanda tetapi Mathias bisa salah tingkah, apalagi jika menyangkut Halldora. Jika Halldora menatap mata Mathias yang keunguan dengan tidak sengaja, Mathias biasanya hanya nyengir gaje. Padahal di dalam hatinya malu berat.
"Ehehe," kekeh Mathias sambil menahan malu yang amat sangat, wajahnya merah padam. "Aku ganteng ya?"
Halldora memalingkan wajahnya ke arah lain. "Jangan GR."
"Kok gitu?" tanya Mathias kecewa, sambil mendekati Halldora dan menyentuh pundak Halldora perlahan-lahan. "Kau marah padaku?"
"Bukan urusanmu," jawab Halldora kesal.
Mathias berpikir sesuatu untuk menarik perhatian Halldora. "Well,menurutmu aku orang yang bagaimana?"
Kali ini gantian Halldora yang wajahnya merah padam. Mathias Kohler, nama pria itu yang belakangan ini selalu mengganggu pikirannya. Hampir setiap hari Mathias datang kerumahnya untuk mengajaknya berkencan tetapi selalu ditolaknya dengan alasan Mathias menganggunya.
"Ayo jawab pertanyaanku!" desak Mathias.
Lebih baik aku panggilkan troll saja untuk mengusir manusia berisik ini. Sudah cukup aku diganggu oleh orang gila yang ada di hadapanku ini.
"Menurutmu?" Halldora balik bertanya.
"Ayolah," desak Mathias. "Kita kan teman baik."
"Siapa sudi menjadi temanmu. Walaupun harus kuakui kau itu baik," kata Halldora cepat.
Mathias nyengir sambil memperlihatkan giginya. Halldora menutup mulutnya sendiri dengan wajah memerah. "Lupakan kata-kataku barusan," katanya lagi.
"Pengakuan yang jujur," kata Mathias gembira dan menggoda Halldora yang wajahnya semerah tomat Lovino. "Ayo katakana sekali lagi."
"TIDAK MAU!" seru Halldora.
Kenapa lidahku kelu tiap kau panggil aku
Selalu merindu romaku tiap kau sentuh aku
Setiap Halldora memanggil nama Mathias, baik Halldora terpaksa memanggilnya ataupun tidak sengaja, lidah Mathias terasa kelu. Ingin rasanya mendengar Halldora memanggil namanya sekali lagi.
Hampir setiap malam juga, Mathias merindukan sentuhan Halldora walau Mathias belum pernah merasakannya sedikit pun dan hanya di dalam mimpi Mathias saja.
"Nggh, sentuhanmu lembut," erang Mathias sambil berguling-guling di tempat tidurnya. "Aku suka sentuhanmu yang lembur. Lakukan lagi-"
Sementara itu, di suatu rumah. Seorang gadis Norwegia bersin dengan keras.
"Ada apa, kak Halldora?" tanya Erik Kohl, adik angkatnya yang masih SMA yang berasal dari Islandia. "Sejak tadi bersin-bersin terus."
Halldora mengambil tisu dan mengusapkan hidungnya. "Ada yang ngomongin aku kayaknya."
Erik menggaruk-garuk kepalanya. Mungkin ada seseorang yang jatuh cinta pada kakak tirinya.
Kenapa otakku beku tiap memikirkanmu
"WOI!" seru Vash Zwingli pada Mathias yang sedang melamun sendirian di kantor perbankan Swiss. "GILIRANMU JAGA WOI!"
Mathias bergeming dan tidak mempedulikan bosnya yang berteriak-teriak padanya. Kepalanya dipenuhi oleh Halldora. Walau sudah lama Mathias mencintai Halldora tetapi semakin lama Halldora memabukkan dirinya. Bahkan di kantor saja, Mathias sering melamun dan salah tingkah.
Vash yang melihat pemandangan itu ingin tertawa tetapi dengan cepat Vash menggebrak meja Mathias dan Mathias langsung tersadar dari lamunannya.
"Kau itu kenapa?" tanya Vash dan melototi Mathias. "Kalau seperti ini lama-lama kau kupecat."
Mathias langsung memasang aksi drama queen-nya dengan segera, yang sukses membuat Vash muntah karenanya. "Jangan dong om, kepala saya lagi cenat-cenut begini kok malah dimarahin. Tega nih, you know me so well, ah."
Vash menarik nafas panjang. "Daripada nyanyi gak jelas, dua hari ini kau kuliburkan dulu."
"HORE!" seru Mathias seperti anak kecil dan berdiri dari kursinya secara tiba-tiba. "TAKK!"
Vash mendudukan Mathias kembali ke kursinya. "Ada syaratnya. Kau harus membuat Halldora jatuh cinta padamu atau gajimu akan kupotong."
Mathias tersedak, ini adalah bagian tersulit yang harus dilaluinya. Mengecewakan.
Selalu tubuhku lunglai tiap kau bisikan cinta
Membuat Halldora jatuh cinta, tentu itu sangat sulit sekali. Sama sulitnya menghadapi Ivan Braginski, bos besarnya yang sadis.
"Mathias, jeg elsker deg."
Mathias cengegesan seperti orang gila. Air liurnya menetes dari dalam mulutnya membasahi bantal miliknya.
Tahukah kamu saat kita pertama jumpa
Hatiku berkata padamu ada yang berbeda
Mathias ingat pertemuan pertama mereka yang tidak terlalu baik. Mereka pertama kali bertemu karena kesalah pahaman.
Mathias sangat jengkel pada hari itu mengingat salah satu kliennya yang sering membuatnya marah hanya karena hal-hal kecil. Di kafe kecil, Mathias hanya mengaduk-aduk jus jeruknya dengan perasaan kesal. Menyedotnya dan menumpahkannya kembali, seperti anak kecil.
"Hej, boleh aku pinjam bangku sebentar?" tanya seorang wanita sambil menepuk bahu Mathias perlahan. Mathias tidak menjawab pertanyaan wanita tersebut dan asyik memainkan minumannya sendiri.
Wanita itu tampak kesal diabaikan oleh Mathias lalu bertanya sekali lagi sampai pada akhirnya Mathias kesal dan menyemburkan minumannya ke wajah wanita tersebut.
"JANGAN BUAT AKU MARAH. KAU-"
Omongan Mathias terputus dan baru menyadari Mathias sedang berbicara dengan siapa. Seorang gadis cantik berambut pirang dengan jepit biru di rambutnya. Warna matanya sangat indah.
"Ma-maaf," kata Mathias gugup.
Gadis itu kesal akan perlakuan Mathias dan akhirnya gadis itu menampar Mathias sekuat tenaga di depan tamu yang lainnya. "Cowok bego."
"Kak Halldora," cegah seorang laki-laki berambut pirang. "Sudahlah."
Mathias tergugu, matanya terus memandangi gadis itu hingga menjauh darinya. Jadi namanya Halldora, nama yang manis.
Mathias tertawa geli mengingat kejadian itu. Kesalahpahaman yang bagus, gumam Mathias. Karena jika hal itu tidak terjadi, Mathias tentu tidak akan bisa mengenal Halldora atau bahkan mencintainya.
Kau izinkan aku tuk dapat rasakan cinta
Hatiku rasakan cinta yang buatku salah tingkah
Pagi-pagi buta Halldora terbangun dari tidurnya. Ada suara berisik di dekat kamarnya. Perlahan-lahan Halldora membuka jendelanya dan mendapati seseorang menyanyi di dekat jendela kamarnya. Mathias Kohler.
"I know you so well, You know me so well. You heart me girl, I heart you back. I know you so well. Girl, I need you. Girl, I love you-"
Mathias menyanyikan lagu itu dengan semangat empat lima sambil memainkan gitar dan Halldora menatap Mathias dengan tatapan heran. Tentu saja Halldora heran karena ada seorang pria mengunjungi rumahnya pada pagi-pagi buta seperti ini. Gak ada kerjaan banget dah ini orang, begitu pikir Halldora. Mana sambil bawa satu buket bunga mawar yang ditaruh di keranjang dan rambut diklimisin terus malah nyanyi-nyanyi lagu alay macam apa pula. Malah tambah mirip Snape pula.
"Hej, min kaereste," goda Mathias dengan gaya terbaiknya. "Menungguku?"
"E-enak saja," jawab Halldora. "Gayamu aneh."
"Ini gaya terbaru lho," kata Mathias. "Masa kau tidak suka dengan gayaku?"
Halldora membuang mukanya ke arah lain. "Kau tidak sopan, menyanyi tengah malam begini. Suaramu fals begitu."
Mathias menghentikan permainannya dengan wajah kecewa. "Jadi aku tidak berarti bagimu sekarang ya? Kau masih cinta sama si kaleng ikan itu?"
Halldora tidak menyangka bahwa kali ini ucapannya membuat Mathias merasa sedih. "A-Aku tidak bermaksud."
Mathias mencium bibir Halldora secara tiba-tiba. "Bercanda, aku hanya ingin menggodamu saja. Sejak dulu kau sangat manis bila digoda."
"KAU!" bentak Halldora sambil memukul Mathias. "MESUM!"
"Pukulanmu selalu penuh cinta," gumam Mathias sambil senyum-senyum sendiri. "Jadi bagaimana perasaanmu padaku?"
Halldora tidak menjawab dan hanya terdiam di tempatnya.
"Bagaimana?" desak Mathias.
Masih tidak menjawab sama sekali dan lebih memilih diam saja. Halldora malu mengakuinya bahwa Mathias kini telah mencuri hatinya. Halldora tidak ingin membuat Mathias besar kepala jika mengetahuinya.
Tetapi Halldora akan merasa lelah jika dia terus membohongi perasaannya sendiri. Sudah cukup dia gagal sekali dalam percintaannya, dia tak mau gagal sekali lagi.
"Aku menyukaimu. Puas!" seru Halldora dengan wajah merah padam.
Mathias tersenyum santai dan merasa lega. Selain dia bisa mengalahkan Berwald, ternyata Mathias juga berhasil memenangkan hati Halldora. Hidup terasa lengkap dan indah.
Tak ada yang bisa memisahkan cinta
Waktupun takkan tega
Kau dan aku bersama selamanya
FIN
OMAKE
Mathias masuk ke kantornya dengan perasaan riang gembira. Vash memandang anak buahnya dengan tatapan heran. Pertanda buruk lagi ini, gumam Vash di dalam hatinya.
"Halo!" seru Mathias riang dan melambai-lambaikan tangannya. "Sukses besar lho. Dia menerima cintaku."
"Lalu?" tanya Vash. "Memangnya kenapa?"
"Naikkan gajiku ya!" kata Mathias tanpa tedeng aling-aling.
Vash memukul kepalanya sendiri, sial benar dia diperas oleh anak buahnya sendiri. "Memangnya aku pernah bilang akan menaikkan gaijimu jika dia menerima cintamu?"
"Pernah-pernah aja," jawab Mathias santai dan cuek.
"ARGH!"
A/N Demi neraca saldo gak seimbang yang gak bisa diretur. Gw kerasukan setan darimana sampe bikin ini fic. Maaf buat SM*SH blast yang gak suka sama ini fic, saya cuma iseng bikinnya tanpa bermaksud menghina. Btw, ada yang bersedia komen ini fic. Flame tidak diterima
With love, Sverige-Suomi
Takk (danish)=terima kasih
min kaereste (danish)=sayangku
jeg elsker deg= I love you

No comments:
Post a Comment